Trenggalek, jurnalmataraman.com- Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya mengurangi kawasan blank spot atau wilayah yang belum terjangkau akses internet. Hingga saat ini tercatat hanya tersisa tiga lokasi di Trenggalek yang masih belum mendapatkan layanan sinyal internet.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek mencatat sebelumnya terdapat enam titik blank spot. Namun, setelah adanya bantuan pembangunan tiga menara telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika jumlah wilayah yang belum terlayani sinyal internet kini berkurang menjadi tiga lokasi.
Tiga wilayah yang masih masuk kategori blank spot tersebut berada di Dusun Ngondo, Desa Sobo, Kecamatan Munjungan, Dusun Mangkujayan, Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan serta Dusun Pingit, Desa Gador, Kecamatan Durenan. Mayoritas wilayah tersebut berada di kawasan pegunungan dengan kondisi geografis yang menyulitkan penerimaan sinyal. Bahkan, di beberapa titik sinyal telekomunikasi sama sekali tidak tersedia.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Trenggalek, Iwan Kukuh menjelaskan bahwa faktor jumlah penduduk juga menjadi pertimbangan bagi penyedia layanan telekomunikasi. Wilayah dengan jumlah penduduk relatif sedikit kerap dinilai kurang menguntungkan secara bisnis sehingga pengembangan jaringan belum menjadi prioritas.
Sebagai langkah lanjutan Diskominfo Trenggalek telah mengusulkan bantuan tiga unit perangkat Starlink kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sementara sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan akses internet bagi masyarakat di wilayah blank spot.
Pemkab Trenggalek berharap dengan terpenuhinya akses internet masyarakat di daerah yang selama ini belum terjangkau sinyal dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan mengembangkan aktivitas ekonomi serta memperoleh layanan publik secara lebih optimal.
(Editor : Ifhami & Wahyu Adi)



