Kediri, jumalmataraman.com – Harga beras yang hingga kini masih relatif tinggi membuat masyarakat Kota Kediri berbondong-bondong mendatangi Operasi Pasar Murni (OPM). Program yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau ini menjadi pilihan warga karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan di pasaran.
Antrean panjang terlihat di Kantor Kelurahan Setono Pande salah satu titik pelaksanaan OPM. Warga rela menunggu demi mendapatkan beras, minyak goreng, telur hingga bumbu dapur dengan harga yang lebih murah. Pasar murah tersebut digelar sebagai upaya menekan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Banyak warga mengaku lebih memilih berbelanja di operasi pasar karena harganya lebih ramah di kantong. Selisih harga yang mencapai Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram untuk beberapa komoditas menjadi alasan utama masyarakat memanfaatkan program ini.
Salah satu warga, Kusuma Dewi mengatakan bahwa adanya operasi pasar sangat membantu terutama di tengah kenaikan harga beras yang tak kunjung turun.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri, M. Ridwan menjelaskan bahwa Operasi Pasar Murni akan digelar selama dua pekan dan berpindah-pindah di sejumlah kantor kelurahan di Kota Kediri. Ia berharap keberadaan program ini dapat meringankan beban masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok harian.
Pada setiap pelaksanaan OPM petugas menyediakan 1 ton beras 500 kilogram gula serta berbagai kebutuhan lain yang banyak dicari warga. Dengan ketersediaan komoditas tersebut pemerintah kota berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.
Melalui operasi pasar ini Pemerintah Kota Kediri berharap tekanan terhadap kenaikan harga pangan dapat berkurang sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
(Editor : Ifhami & Wahyu Adi)




