Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam upaya mencegah tanah longsor, banjir, polusi udara, pemanasan global sekaligus melestarikan tanaman langka, Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri bersama Koramil 0809/02 Pesantren melaksanakan karya bakti berupa penanaman 100 pohon asem Kegiatan penghijauan ini dilakukan di sepanjang bahu jalan Lingkungan Balong Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
Aksi lingkungan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat Sebanyak 100 peserta terdiri dari Pramuka SMA Negeri 3 Kota Kediri, warga Kelurahan Bangsal, serta santri Pondok Walibokah bergotong royong menanam pohon yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi tersebut. Kegiatan berlangsung penuh antusias mencerminkan tingginya kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas lingkungan.
Batituud Koramil 0809/02 Pesantren Peltu Edi Santoso yang hadir mewakili Danramil Pesantren menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih kepada seluruh anggota masyarakat, pelajar, dan rekan-rekan yang telah membantu menjaga kelestarian alam melalui karya bakti ini Upaya seperti ini sangat berarti untuk lingkungan kita” ujarnya.

Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri Wahyu Alam juga memberikan apresiasi kepada Koramil Pesantren, pemerintah kelurahan, masyarakat, hingga pelajar yang terlibat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi yang baik antara unsur budaya, pendidikan, dan pertahanan untuk menjaga kelestarian ekologis.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung” ungkapnya.
Penanaman pohon asem dipilih bukan tanpa alasan. Pohon ini dikenal memiliki banyak manfaat lingkungan, seperti memberikan keteduhan, menyerap polusi, serta menjadi penahan erosi. Sementara itu, buah asem juga bermanfaat untuk bumbu masakan, minuman kesehatan hingga bahan kosmetik.
Kegiatan penghijauan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai upaya membangun ekosistem lingkungan yang lebih baik, sekaligus menekan dampak peningkatan suhu bumi yang berpotensi menimbulkan bencana global di masa mendatang. Upaya kecil yang dilakukan mulai sekarang diyakini dapat membawa manfaat besar bagi generasi berikutnya.
(Editor : Kaila & Wahyu Adi)



