Kediri, jurnalmataraman.com – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Trenggalek pada tahun 2025 tercatat masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Hingga Oktober 2025 capaian PAD baru menyentuh angka sekitar 56 persen dari target Rp. 9 miliar. Kondisi ini dinilai dipengaruhi oleh lesunya perekonomian yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Edi Santoso menjelaskan bahwa tren penurunan kontribusi PAD sektor wisata tidak hanya terjadi di Trenggalek tetapi juga di berbagai daerah lain. Menurutnya situasi ekonomi nasional yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat menahan pengeluaran termasuk untuk kegiatan wisata.
“Hingga bulan Oktober, realisasi PAD sektor pariwisata baru mencapai 56 persen dari target Rp. 9 miliar. Tren penurunan ini terjadi hampir di semua daerah, dan kami menduga penyebab utamanya adalah kondisi ekonomi yang masih lesu sehingga daya beli masyarakat ikut menurun,” ujar Edi.
Meski begitu Disparbud Trenggalek berupaya memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk mengejar ketertinggalan capaian PAD. Berbagai langkah optimalisasi tengah disiapkan seperti peningkatan promosi penataan destinasi wisata serta mendorong kolaborasi dengan sejumlah pihak untuk memperkuat daya tarik wisata lokal.
Menatap tahun 2026 pemerintah daerah memasang target yang lebih tinggi. PAD sektor pariwisata ditargetkan meningkat menjadi Rp. 10 miliar. Edi berharap situasi ekonomi tahun depan berangsur pulih sehingga kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat dan capaian PAD bisa lebih optimal.
“Kami optimis dengan perbaikan kondisi ekonomi sektor pariwisata Trenggalek bisa kembali bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar pada PAD daerah,”
( Editor : Ifhami & Wahyu Adi )



