Kediri, jurnalmataraman.com – Dinamika dunia jurnalisme yang semakin kompleks kini menjadi perhatian publik, terutama terkait menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis. Fenomena tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Kediri dengan tajuk “Membangun Kepercayaan Publik Melalui Jurnalisme Positif” Rabu siang, di Hotel Merdeka Kediri.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Muhammad Jazuli Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers. Dalam paparannya, Jazuli menjelaskan bahwa konsep jurnalisme positif bukan berarti media hanya menampilkan berita yang baik atau menggembirakan, melainkan bagaimana jurnalis dan redaksi mampu memperhitungkan dampak sosial dari setiap pemberitaan yang disajikan.
“Kepercayaan publik terhadap media saat ini menghadapi tantangan besar yang datang dari dua sisi, yakni eksternal dan internal. Faktor eksternal berasal dari perkembangan media sosial serta teknologi kecerdasan buatan (AI) yang turut memengaruhi persepsi publik terhadap media. Sementara dari sisi internal masih ada media yang terjebak dalam arus tren viral tanpa melalui proses verifikasi dan kaidah jurnalistik yang benar,” ujar Muhammad Jazuli.

Ia menegaskan, penting bagi insan pers untuk kembali memperkuat kepercayaan publik dengan menghadirkan pemberitaan yang berimbang, akurat serta berkualitas.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Kediri Roma Duwi Juliandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respon terhadap banyaknya masukan dari berbagai instansi dan masyarakat terkait maraknya praktik penyalahgunaan profesi jurnalis.
“Melalui forum diskusi seperti ini, kami berharap para jurnalis di daerah dapat semakin memahami bagaimana menegakkan etika profesi sekaligus mampu mengatasi keberadaan oknum yang mencoreng nama baik dunia pers,” terang Roma.
Roma menambahkan, FGD ini juga diharapkan dapat memperkuat peran publik dalam ikut mengawasi praktik jurnalisme di daerah serta mendorong terciptanya media yang sehat, profesional dan berintegritas.
( Editor : Daniel & Wahyu Adi )



