Trenggalek, jurnalmataraman.com – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (2/11) malam. Tebing setinggi sekitar 25 meter longsor dan menimpa satu rumah warga. Akibat kejadian tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang berhasil selamat.

Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Saat peristiwa terjadi, terdapat lima orang anggota keluarga di dalam rumah yang tertimpa material longsoran.
Petugas gabungan dari Basarnas Trenggalek, BPBD, TNI, dan Polri langsung melakukan operasi pencarian korban. Pada hari pertama, tim SAR menemukan dua korban meninggal dunia masing-masing bernama Sarip (60) dan Welas (53), serta satu korban selamat bernama Wijianto (30) yang mengalami luka-luka.
Pencarian dilanjutkan keesokan harinya. Dalam operasi hari kedua, petugas berhasil menemukan dua korban lainnya, yaitu Rohman (15) dan Fajar (19), dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga.

Kepala Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, membenarkan bahwa operasi pencarian resmi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
“Semua korban sudah berhasil ditemukan. Empat meninggal dunia, satu selamat. Korban selamat kini dalam perawatan intensif,” ujarnya.
Keempat korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara korban selamat masih menjalani perawatan medis.

Petugas mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan agar tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama di tengah tingginya intensitas hujan di Kabupaten Trenggalek dalam beberapa hari terakhir.
(Editor : Wahyu Adi)



