Kediri, jurnalmataraman.com – Harga berbagai jenis cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri hingga akhir Oktober ini masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah petani untuk beralih menanam cabai guna memperoleh hasil ekonomi yang lebih menguntungkan.
Salah satu petani di Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren, Suyono mengaku kembali menanam cabai di lahan miliknya yang mencapai satu setengah hektare. Untuk menekan biaya perawatan dan pemupukan ia juga menanam bawang merah sebagai tanaman tumpang sari.

Suyono menuturkan, sebelum beralih ke tanaman cabai dan bawang merah, lahan miliknya sempat ditanami terong dan jagung. Namun, harga cabai yang terus stabil di kisaran Rp. 35.000 per kilogram untuk cabai merah keriting dan Rp. 30.000 per kilogram untuk cabai merah besar, membuatnya optimistis menanam kembali komoditas tersebut.
“Dengan harga yang sekarang, kami berharap nanti saat panen satu hingga dua bulan lagi harganya bisa tetap stabil. Jadi hasilnya bisa menutupi biaya perawatan,” ujar Suyono, petani asal Ngletih, Senin (27/10).

Dari lahan seluas satu setengah hektare itu Suyono memperkirakan dapat menghasilkan empat hingga lima kwintal cabai dalam sekali petik, dengan total panen mencapai sekitar satu setengah ton cabai dan satu setengah ton bawang merah.
Langkah petani di Ngletih ini menjadi contoh bagaimana masyarakat beradaptasi dengan fluktuasi harga komoditas, sekaligus memanfaatkan peluang dari tingginya harga cabai di pasaran.
( Editor : Afraza & Wahyu Adi )



