Kediri, jurnalmataraman.com – Cuaca panas yang melanda Kota Kediri dengan suhu mencapai 34 derajat Celsius membawa berkah tersendiri bagi para pedagang minuman segar. Salah satunya adalah Sucipto penjual es legendaris yang membuka lapak “Es 22” di depan Pasar Selowarih Kelurahan Dandangan Kota Kediri.
Sejak suhu udara meningkat tajam beberapa waktu terakhir dagangan Sucipto mengalami lonjakan pembeli yang cukup signifikan. Bahkan ia mengaku harus menambah stok bahan baku hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Biasanya kami hanya pakai empat termos es batu sekarang jadi tujuh. Alhamdulillah pembeli semakin banyak karena cuaca yang panas,” ujar Sucipto Jumat (18/10).
Usaha es yang dirintis sejak tahun 1980 ini tetap eksis hingga kini berkat pelayanan yang ramah dan kualitas minuman yang konsisten. Bersama istrinya Satupah Sucipto menyajikan berbagai jenis es seperti es campur, es bubur kacang hijau, es ketan hitam dan es degan. Semua dijual dengan harga terjangkau yakni Rp 4.000 per mangkuk.

Sebagai pelengkap tersedia pula berbagai gorengan yang bisa dinikmati sambil menyeruput es dingin nan menyegarkan. Tak heran jika lapak kecil ini menjadi tujuan favorit warga terutama di tengah teriknya cuaca.
Hendri Widodo salah satu pelanggan setia, mengaku hampir setiap hari membeli es campur di sana. Ia mengatakan rasa yang ditawarkan tetap terjaga karena bahan-bahannya alami.
“Rasanya tetap enak dan segar. Saya sudah langganan lama karena tidak pernah mengecewakan,” ungkap Hendri.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca panas ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025 atau awal November. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat namun sekaligus peluang emas bagi pelaku usaha minuman dingin.
(editor : Ifhami & Wahyu Adi



