Blitar, jurnalmataraman.com – Kerusakan badan jalan terjadi di Dusun Ledokan Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Sepanjang lima meter jalan dilaporkan ambrol dan terus mengalami pelebaran, sehingga dinilai rawan longsor dan membahayakan pengendara yang melintas.
Kondisi ini telah berlangsung sejak setahun terakhir. Awalnya kerusakan hanya berupa retakan kecil di pinggir jalan namun perlahan terus melebar dan memakan sebagian badan jalan. Dalam tiga minggu terakhir, kerusakan semakin parah akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

“Hampir setiap hari hujan deras. Tanah di bawah jalan terus terkikis dan jalan makin ambrol,” ujar salah satu warga setempat, Jumat (17/10).
Jalan ini merupakan jalur alternatif yang cukup padat menghubungkan Kecamatan Nglegok dengan arah Kediri. Tak hanya dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, jalan ini juga kerap menjadi lintasan truk bermuatan material yang turut memperberat beban struktur jalan.
Akibat kerusakan tersebut, pengendara kini harus ekstra hati-hati saat melintas terutama di malam hari atau saat hujan turun. Warga setempat bahkan telah memasang tanda darurat sederhana berupa batu dan kayu di sisi jalan yang rawan longsor, guna mencegah kecelakaan.
Hingga saat ini belum ada perbaikan permanen di lokasi. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, mengingat pentingnya jalur tersebut sebagai akses penghubung dan lalu lintas harian masyarakat.
(Editor : Lusia & Wahyu Adi)




