Surabaya, jurnalmataraman.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur membeberkan hasil investigasi kecelakaan maut bus pariwisata di jalur Kabupaten Probolinggo yang menewaskan delapan orang pada Minggu (14/9). Hasil analisis menyebutkan bus kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun tanpa adanya upaya pengereman.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menggunakan Traffic Accident Analysis (TAA) tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian. Berdasarkan investigasi gabungan yang dilakukan Polda Jatim, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Jasa Raharja, bus diperkirakan melaju dengan kecepatan 60 hingga 80 kilometer per jam sebelum menghantam dinding pembatas jalan.
“Posisi gigi bus berhenti pada gigi 3 setelah menabrak pembatas jalan. Hal ini menunjukkan kendaraan kehilangan kendali saat melewati jalan menurun,” ujar Kombes Pol Iwan Saktiadi, Selasa (16/9).
Untuk memastikan kelayakan teknis, kepolisian akan mendatangkan ahli dari pabrikan Hino guna memeriksa kondisi bus sebelum kecelakaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah kendaraan masih layak beroperasi atau tidak.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sembilan saksi, mulai dari penumpang selamat hingga warga sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, sopir bus belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis.
Kecelakaan ini menjadi perhatian serius kepolisian karena menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Aparat menegaskan investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
(Editor : Wahyu Adi)



