Kediri, jurnalmataraman.com – Terletak di Gang 1 Kelurahan Banjaran Kecamatan/Kota Kediri sebuah warung sederhana bernama Warung Kak Ros setiap pagi tak pernah sepi pembeli. Di balik kesederhanaannya warung ini menyajikan kehangatan dan kenangan masa kecil lewat semangkuk bubur tradisional.
Warung milik Rosiana atau yang akrab disapa Kak Ros menjadi jujugan warga yang rindu cita rasa jenang atau bubur khas tempo dulu. Menu andalannya antara lain jenang sumsum, jenang grendul, ketan hitam, kacang hijau, mutiara, hingga kolak. Semuanya disajikan hangat cocok sebagai menu sarapan pagi yang bergizi.
“Saya biasa beli kacang hijau untuk sarapan pagi. Apalagi orang tua seperti saya cocok sekali. Ini bubur legendaris harganya juga masih sangat terjangkau hanya enam ribu rupiah per porsi,” ujar Tri Wuriani salah satu pelanggan setia yang ditemui di lokasi, Sabtu (13/2025).
Warung Kak Ros mulai beroperasi sejak tahun 2022. Niat awalnya sederhana hanya untuk mengisi waktu luang setelah anak-anaknya tumbuh besar. Namun, kecintaannya dalam memasak bubur justru membawa berkah tersendiri. Kini, dalam sehari Kak Ros mampu menjual hingga 180 porsi bubur berbagai jenis.

“Saya menyediakan aneka bubur. Yang paling dicari pelanggan adalah bubur sumsum dan kacang hijau. Apalagi untuk lansia dan orang yang sedang sakit mereka pasti mencarinya karena teksturnya lembut, mudah dicerna dan jadi sumber energi.” ungkap Kak Ros.
Tak hanya warga Kediri pelanggan dari luar kota pun datang untuk sekadar menikmati bubur sambil bernostalgia. Warung kecil ini bukan sekadar tempat jajan tetapi juga ruang kenangan, tempat di mana rasa dan cerita bertemu dalam semangkuk bubur hangat.
( editor: Ima & Wahyu Adi )



