Jombang, jurnalmataraman.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 1 Jombang masih menuai keluhan. Sejumlah permasalahan terus muncul, mulai dari menu lauk yang tidak sama, porsi tanpa lauk, hingga jadwal pengiriman yang sering molor dari waktu yang telah disepakati.
Kepala SMPN 1 Jombang, Rudy Prio Utomo, mengungkapkan permasalahan tersebut hampir terjadi setiap hari. “Yang paling sering adalah keterlambatan pengiriman makanan. Dampaknya, jadwal makan siswa tertunda, bahkan pernah ada menu yang basi. Lebih miris lagi, jumlah porsi pernah tidak mencukupi sehingga sebagian siswa tidak mendapatkan jatah makan,” ujarnya.
Hasil pemantauan sekolah bersama Dewan Pendidikan menemukan sejumlah temuan, di antaranya buah yang hampir busuk, lauk yang tidak sama, hingga menu makan tanpa lauk. Kondisi ini menambah daftar panjang persoalan dalam pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

Sejak sepekan terakhir, tercatat dari 993 siswa penerima MBG di SMPN 1 Jombang, pernah terjadi kekurangan hingga 528 porsi. Hal itu menyebabkan sekitar 16 kelas dari total 31 kelas tidak kebagian makanan.
Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada penyedia makanan yang berasal dari wilayah Kepatihan Jombang namun, perbaikan yang diharapkan belum banyak terlihat. “Kami masih melakukan permohonan penggantian dan meminta peningkatan kualitas menu makanan. Bersama Dewan Pendidikan, kami akan terus mengawasi agar hak siswa terhadap makanan bergizi dapat terpenuhi sesuai program pemerintah,” tegas Rudy.
(Editor : Wahyu Adi)




