Blitar, jurnalmataraman.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon, Kota Blitar, Selasa (26/8) siang. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus ketersediaan stok beras di pasar tradisional.
Dalam peninjauannya, Khofifah menyebut stok beras di Bulog saat ini masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, ia menilai distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah daerah, termasuk Blitar Raya belum sepenuhnya lancar. Kondisi ini memicu kenaikan harga beras di pasaran.

“Dari total alokasi 173 ribu ton untuk wilayah Jawa Timur, realisasi penyaluran beras SPHP baru mencapai 5,75 persen hingga sehari sebelumnya. Karena itu, saya minta Bulog dan Bapanas mempercepat serta mempermudah distribusi, khususnya di Blitar Raya,” ujar Khofifah.
Meski demikian, hasil sidak di Pasar Pon Blitar menunjukkan harga dan distribusi beras SPHP relatif stabil. Harga beras SPHP yang dijual pedagang pasar tradisional masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga dapat membantu masyarakat sekaligus menahan laju inflasi daerah.
( editor : Dimas & Trias M.A )



