Trenggalek, jurnalmataraman.com – Ratusan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedomo Trenggalek menggelar upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dengan cara berbeda. Pada upacara yang berlangsung di halaman rumah sakit Minggu (17/8), seluruh peserta mengenakan pakaian adat Nusantara.
Beragam corak dan warna pakaian adat mulai dari Aceh hingga Papua, tampak mewarnai jalannya upacara detik-detik proklamasi. Busana tersebut menjadi simbol kekayaan budaya sekaligus pemersatu bangsa.
Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek, dr. Rofiq Hindiono mengatakan penggunaan pakaian adat tidak hanya menambah kekhidmatan upacara, tetapi juga memberikan pesan tentang pentingnya merawat kebhinekaan. Selain itu, kegiatan ini sekaligus memberi dampak positif pada perekonomian pelaku UMKM, khususnya penyedia jasa persewaan busana tradisional dan tata rias.
“Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman justru memperkuat persatuan. Di sisi lain kegiatan ini juga mendorong geliat ekonomi masyarakat ” ungkap Rofiq.
Untuk menambah semarak, manajemen rumah sakit turut memberikan hadiah bagi peserta dengan busana adat terbaik. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para pegawai menari bersama diiringi penampilan paduan suara rumah sakit.
Kemeriahan tersebut menjadi wujud semangat perayaan kemerdekaan sekaligus pengingat bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan bangsa.
( Editor : Ilham & Trias M.A )



