Trenggalek, jurnalmataraman.com – Di tengah maraknya jasa desain arsitektur berbayar seorang arsitek muda asal Trenggalek justru memilih jalan berbeda. Afrandi Karsanifan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendedikasikan keahliannya di bidang arsitektur untuk kegiatan sosial dengan menggratiskan jasa desain bagi pembangunan masjid, sekolah dan pondok pesantren.
Afrandi mendirikan Hade Arsitek Studio di Trenggalek sebagai wadah untuk mengolah berbagai desain bangunan baik komersial maupun sosial. Sejak lulus dari UIN Malang pada 2016 Afrandi sempat bekerja di sebuah perusahaan arsitektur dan aktif dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Cabang Malang. Pada tahun 2025 ini ia resmi diakui sebagai arsitek profesional dan menjadi satu-satunya anggota IAI aktif dari Trenggalek.

Dalam kiprahnya Afrandi menyebut telah menggratiskan jasa desain untuk sedikitnya 16 bangunan sosial. Enam di antaranya merupakan masjid di wilayah Trenggalek yang kini telah atau sedang dalam proses pembangunan menggunakan hasil desainnya.
“Saya memang tidak memungut biaya untuk bangunan-bangunan sosial. Ini bagian dari bentuk kontribusi saya kepada masyarakat. Saya ingin memberikan dampak melalui keahlian yang saya miliki,” ujarnya.
Menurut Afrandi pengurus masjid, yayasan pendidikan maupun pondok pesantren yang membutuhkan desain bangunan dipersilakan menghubunginya secara langsung. Ia menegaskan tidak pernah mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun dari jasa desain yang diberikan secara cuma-cuma tersebut.
“Ini adalah salah satu bentuk ibadah dan rasa tanggung jawab saya sebagai warga Trenggalek. Harapan saya, semakin banyak bangunan di Trenggalek yang memperhatikan aspek arsitektur dengan baik, termasuk dalam tata kelola perkotaan ke depan,” tambahnya.
( Editor : Yuli & Trias M.A )



