Tulungagung, jurnalmataraman.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sejumlah perajin bendera dan umbul-umbul di Tulungagung mengeluhkan sepinya permintaan pasar. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pesanan yang masuk mengalami penurunan signifikan terutama untuk produk umbul-umbul.
Imam Syafi’i seorang perajin bendera yang bermukim di Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung, mengaku bahwa hingga awal Agustus 2025 ini jumlah pesanan belum mencapai setengah dari capaian tahun lalu. Menurutnya pada perayaan HUT RI tahun 2024 ia mampu menjual sekitar 3.000 lembar umbul-umbul. Namun tahun ini jumlah yang terjual baru mencapai sekitar 1.000 lembar.
“Saat ini permintaan memang jauh berkurang dibanding tahun kemarin. Untuk umbul-umbul, saya masih menunggu pesanan yang mungkin baru datang dalam dua pekan ke depan” ujarnya, Senin (4/8).
Meski permintaan umbul-umbul menurun, Imam menyebut penjualan bendera merah putih masih terbilang stabil. Hingga awal Agustus ini sekitar 2.000 lembar bendera telah terjual dan ia optimistis jumlah tersebut masih akan terus bertambah menjelang 17 Agustus.
“Kalau bendera masih cukup stabil. Biasanya lonjakan terjadi beberapa hari sebelum tanggal 17” tambah Imam.
Saat ini kain-kain yang telah dipotong masih tersusun rapi di tempat produksinya dan siap dijahit sewaktu-waktu apabila permintaan meningkat secara mendadak. Imam mengaku hanya bisa bersabar dan menunggu pesanan datang dari para pelanggan tetapnya.
Untuk harga bendera merah putih dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp200.000 per lembar tergantung pada ukuran dan jenis kain yang digunakan. Sementara itu berbagai model dan ukuran umbul-umbul dijual dengan harga antara Rp30.000 hingga Rp60.000 per lembar.
( Editor : Kaila & Trias M.A )



