Trenggalek, jurnalmataraman.com – Ribuan nelayan di Kecamatan Prigi Kabupaten Trenggalek terpaksa menahan diri untuk tidak melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda Laut Selatan dalam empat bulan terakhir. Kondisi ini terjadi di saat musim panen raya ikan yang biasanya menjadi momen penting bagi nelayan setempat.
Cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal tahun ini menyebabkan gelombang laut tinggi mencapai empat hingga lima meter. Hal ini membuat aktivitas penangkapan ikan menjadi sangat berbahaya, bahkan bagi para nelayan yang sudah berpengalaman. Akibatnya mayoritas nelayan Prigi tidak dapat melaut dan terpaksa menganggur.
“Biasanya bulan-bulan ini adalah musim panen raya ikan, dimana kami bisa menangkap ikan dalam jumlah banyak. Namun dengan kondisi cuaca seperti ini kami tidak bisa melaut sama sekali. Kami berharap cuaca segera membaik” kata Mamad salah satu nelayan yang mengeluhkan kondisi cuaca ekstrem ini.
Di tahun sebelumnya meskipun cuaca buruk sempat datang tidak sebesar dan selama tahun ini. Bahkan pada saat musim panen raya seperti ini nelayan masih bisa menangkap ikan dengan hasil yang memadai. Namun kondisi cuaca yang ekstrem tahun ini membuat sebagian besar nelayan hanya bisa menunggu cuaca membaik dan berharap angin segar segera datang.
Selain itu cuaca buruk ini juga berdampak pada harga ikan yang melambung tinggi. Ikan tongkol yang biasanya dijual dengan harga Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per kilogram saat musim panen raya kini melambung hingga Rp 25.000 per kilogram. Kenaikan harga ini tentu membuat konsumen kesulitan, sementara nelayan tidak bisa menikmati hasil tangkapan mereka akibat tak bisa melaut.
“Kalau cuaca normal harga ikan tidak akan semahal ini. Biasanya saat panen raya ikan tongkol melimpah dan harga tetap terjangkau. Sekarang malah sebaliknya harga tinggi sementara kami tidak bisa melaut,” tambah Mamad dengan wajah penuh kekhawatiran.
Beberapa nelayan untuk sementara mencoba mengalihkan perhatian mereka dengan mengelola pertanian. Namun mereka tetap berharap cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali melaut dan mencari nafkah di laut.
( editor : Frisca & Trias M.A )



