Kediri, jurnalmataraman.com – Dalam satu bulan terakhir, aktivitas di Kantor Pegadaian Kota Kediri menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Banyak warga datang untuk menggadaikan barang-barang berharganya. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya untuk memenuhi biaya pendaftaran sekolah anak-anak mereka.
Berdasarkan data dari pihak pegadaian, lonjakan transaksi terjadi sekitar 10 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa. Jika sebelumnya rata-rata jumlah nasabah harian mencapai 75 orang, kini angka tersebut melonjak menjadi sekitar 95 orang per hari.
Pimpinan Cabang Pegadaian Kediri, Anang Sulistyo, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat yang datang memilih menggadaikan barang-barang seperti perhiasan emas, sepeda motor, laptop, hingga barang-barang elektronik lainnya. Semua itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
“Setiap tahun, memang terjadi peningkatan transaksi menjelang masa pendaftaran sekolah. Namun, tahun ini peningkatannya terasa lebih tinggi dari biasanya. Masyarakat tampaknya lebih memilih menggunakan jasa pegadaian sebagai solusi sementara untuk menutupi kebutuhan biaya pendidikan,” ujar Anang.
Ia menambahkan, pihak Pegadaian Kediri memperkirakan tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga masa pendaftaran sekolah berakhir. Fenomena ini menjadi cerminan bahwa kebutuhan pendidikan masih menjadi prioritas utama masyarakat, meski harus mengorbankan barang-barang bernilai tinggi.
( editor : Nina & Trias M.A )



