Blitar, jurnalmataraman.com – Dalam rangka menyambut datangnya bulan Suro dalam penanggalan Jawa, Lembaga Pelestari dan Pengembangan Budaya Nusantara (LP2BN) Blitar, bekerja sama dengan Pawiyatan Budaya Jawa dan Relawan Indonesia Adil Makmur, menggelar acara Grebeg Suro dan Shodaqoh Bumi di halaman belakang Istana Gebang, Kota Blitar, Minggu (29/6).
Kegiatan yang dikenal dengan istilah “Suroan” ini menjadi simbol wujud syukur masyarakat atas berkah yang telah diterima selama setahun terakhir, sekaligus sebagai momentum memohon perlindungan, keselamatan, serta kesejahteraan di tahun yang akan datang.
Acara berlangsung khidmat dan semarak, menampilkan beragam kegiatan budaya khas Jawa. Sorotan utama dalam kegiatan ini adalah penampilan Reog Ponorogo, yang didatangkan langsung dari kota asalnya, Ponorogo. Pentas seni ini tidak hanya memanjakan mata para penonton, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya leluhur.
“Selain sebagai ungkapan rasa syukur, Grebeg Suro juga menjadi sarana untuk uri-uri budaya Jawa, yang menjadi warisan luhur nenek moyang kita,” ujar Ketua Pelaksana, Eko Hadi.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial, serta penanaman pohon sawo, maja, dan tanaman khas Blitar lainnya. Langkah ini menjadi simbol penghormatan kepada alam sekaligus komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Menariknya, meskipun Reog dihadirkan langsung dari Ponorogo, seluruh pengiring gamelan berasal dari kelompok musik lokal Blitar. Kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya solidaritas budaya antardaerah.
( editor : Ima & Trias M.A )



