Tulungagung, jurnalmataraman.com – Sebuah video berdurasi satu menit yang menunjukkan sejumlah siswa SD sedang berjoget sambil memberikan uang sawer kepada seorang penyanyi mendadak viral di media sosial. Video tersebut menampilkan momen tak biasa yang terjadi di SD Negeri 1 Kenayan, Kabupaten Tulungagung, pada acara tasyakuran pelepasan siswa kelas enam, Sabtu lalu.
Dalam rekaman video yang tersebar luas, tampak sekelompok siswa kelas enam dengan penuh semangat ikut menari mengikuti irama lagu yang dibawakan oleh penyanyi. Lebih mengejutkan lagi, mereka juga menyawer uang kepada penyanyi tersebut. Aksi yang dilakukan para siswa ini kemudian mendapat sorotan publik, mengingat peristiwa tersebut dinilai kurang pantas, terutama karena melibatkan anak-anak yang seharusnya berada dalam pengawasan penuh.
Kepala SD Negeri 1 Kenayan, Admim Kholisina, menyesalkan adanya peristiwa tersebut. Kholisina mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bukanlah inisiatif sekolah, melainkan acara yang digelar oleh paguyuban wali murid setelah acara seremonial pelepasan siswa. Kejadian ini, yang melibatkan tarian dan saweran, jelas dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada.
“Acara tersebut tidak diselenggarakan oleh sekolah, melainkan oleh paguyuban wali murid. Kami merasa kecolongan karena tidak dapat mengawasi kegiatan tersebut dengan baik. Kejadian ini sangat disayangkan, karena bertentangan dengan nilai pendidikan yang ingin kami tanamkan di sekolah,” ujar Kholisina.
Kholisina menegaskan bahwa pihak sekolah tidak terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Meskipun demikian, pihak paguyuban wali murid telah mengirimkan permintaan maaf secara lisan dan tertulis kepada pihak sekolah. Kholisina menyambut baik permintaan maaf tersebut, namun tetap menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan etika dalam setiap kegiatan yang melibatkan siswa.
“Permintaan maaf sudah disampaikan oleh paguyuban wali murid. Kami menghargai sikap mereka, namun ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menyelenggarakan acara di lingkungan sekolah,” tambahnya.
Sebagai respons atas kejadian ini, Kholisina menegaskan bahwa pihak sekolah bersama dengan wali murid akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kegiatan yang melibatkan siswa. Ke depannya, pihak sekolah berjanji akan meningkatkan pengawasan dan memperketat aturan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan bekerja sama dengan para wali murid untuk lebih mengawasi kegiatan yang melibatkan anak-anak, baik yang diselenggarakan oleh pihak sekolah maupun paguyuban. Ini adalah tanggung jawab bersama agar anak-anak dapat menjalani kegiatan yang mendidik dan sesuai dengan norma yang ada,” ujar Kholisina.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



