Tulungagung, jurnalmataraman.com – Sebuah jembatan penghubung di Desa Suwaru, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, putus total setelah diterjang banjir pada Rabu (11/6) pagi. Putusnya jembatan yang membentang di atas Sungai Karangtuwo itu diduga kuat akibat terkikisnya talud penyangga oleh derasnya arus banjir.
Badan jembatan sisi selatan dilaporkan jatuh ke sungai setelah talud pendukungnya tergerus arus air. Sementara itu, bagian utara jembatan mengalami ambles karena salah satu tiangnya hilang terbawa arus.
Kateman, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa banjir mulai terjadi sejak Selasa malam. Banjir membawa material sampah berupa dua rumpun bambu besar yang kemudian menyangkut di tiang tengah jembatan.
“Karena aliran air terhalang, arus menjadi berbelok dan mengikis kedua sisi talud, hingga akhirnya jembatan putus,” ujarnya.
Beruntung tidak ada warga yang melintas saat kejadian berlangsung, sehingga tidak ada korban jiwa. Meski begitu, warga kini harus memutar jauh karena jembatan tersebut merupakan akses alternatif penting, terutama menuju tempat pemakaman umum desa serta penghubung antar RT.
Jembatan itu sendiri dibangun sekitar tahun 2000-an dengan dana swadaya masyarakat. Mengingat fungsinya yang vital bagi mobilitas warga, masyarakat Desa Suwaru berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan yang rusak.
“Harapan kami, semoga ada perhatian agar jembatan ini segera diperbaiki. Ini jalur penting bagi warga,” tambah Kateman.
( Editor : Ryan & Trias M.A )



