Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Santri Melek Digital, Raffi Ahmad Hadir Sebagai Utusan Presiden di Halaqah Nasional

by Beny Kurniawan
28 Mei 2025 | 20:58
Reading Time: 2 mins read
0
Santri Melek Digital, Raffi Ahmad Hadir Sebagai Utusan Presiden di Halaqah Nasional

Kediri, jurnalmataraman.com – Pondok Pesantren Al-Amien, Kota Kediri, menjadi tuan rumah kegiatan nasional bertajuk Muhalaqah (Muhasabah dan Halaqah) dalam rangkaian Gerakan Nasional Ayo Mondok, Rabu (28/5) sore. Acara ini dihadiri oleh sekitar 600 pengasuh pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta sejumlah tokoh nasional.

Salah satu tokoh yang mencuri perhatian adalah Raffi Ahmad, yang hadir sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Dalam paparannya, Raffi mendorong para santri untuk tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam dunia digital.

“Santri zaman sekarang harus bisa tampil di media sosial, harus cerdas digital, dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin lewat platform digital,” ujar Raffi Ahmad saat memberikan sambutan.

Acara yang berlangsung di Mushola Apung Ponpes Al-Amien ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH. Anwar Iskandar, serta Ketua Gerakan Nasional Ayo Mondok (GNAM) KH. Luqman Harist Dimyathi.

Dalam sesi muhasabah yang dipandu oleh KH. Zahrul Azhar Asumta atau yang akrab disapa Gus Hans, para peserta diajak merenungi kekurangan internal pesantren dalam menyikapi perkembangan zaman. Setelah itu, halaqah dilanjutkan dengan diskusi mencari solusi dan strategi membangun sinergi antara pesantren dan media.

“Kita harus mulai dari dalam dulu, evaluasi. Setelah itu baru bangun komunikasi keluar, termasuk dengan media dan dunia digital. Santri harus hadir di ruang-ruang digital,” terang Gus Hans.

Gerakan Nasional Ayo Mondok sendiri merupakan kampanye edukatif untuk mengenalkan pesantren secara lebih luas kepada publik. Gerakan ini menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang relevan dalam membentuk karakter generasi bangsa di era modern.

(Dimas & Trias M.A)

Bagikan di Media Sosial
Tags: artisberitaberita kedirikediri inforafi ahmad di kediri
ShareTweetShare
Next Post
Gagal Menyalip, Pengendara Motor Nyaris Terlindas Truk Gandeng. Korban Alami Luka Serius

Gagal Menyalip, Pengendara Motor Nyaris Terlindas Truk Gandeng. Korban Alami Luka Serius

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .