Tulungagung.jurnalmataraman.com – Setelah tiga hari pencarian intensif, satu dari dua korban banjir bandang di Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban, Eti Puspitasari (38), warga Desa Samar, ditemukan di perairan Waduk Wonorejo, Kamis pagi (22/5), sekitar 12 kilometer dari lokasi kejadian.
Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang tengah memancing. Saat ditemukan, jasad korban mengapung di permukaan air, sekitar dua kilometer dari muara Sungai Bodeng, yang merupakan salah satu aliran utama menuju waduk.
Tim SAR gabungan dari Basarnas Pos SAR Trenggalek, BPBD Tulungagung, TNI, Polri, serta relawan segera melakukan evakuasi jenazah melalui dermaga Waduk Wonorejo. Jenazah kemudian dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum dan pemulasaraan.
“Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian dahi. Berdasarkan analisa awal, luka tersebut terjadi setelah korban meninggal, kemungkinan akibat benturan dengan bebatuan di sungai,” ujar Fitra Atmakasanda, Komandan Tim Operasi Basarnas Pos SAR Trenggalek.
Sebelumnya, pada Senin sore (19/5), korban dilaporkan hanyut bersama putrinya, Najwa Herra Ramdhani (7), saat melintasi jembatan kecil di Dusun Sendangbedok, Desa Samar. Keduanya terseret derasnya arus air bah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Hingga Kamis siang, upaya pencarian terhadap Najwa masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Fokus pencarian kini diperluas hingga aliran Sungai Bodeng dan sekitarnya.
(Editor : Nando & Trias M.A)



