Blitar,jurnalmataraman.com – Memasuki hari keempat, upaya pencarian balita berusia dua tahun yang hanyut di saluran air (got) depan rumahnya di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Kamis siang (22/5), keberadaan korban masih belum ditemukan.
Hasil evaluasi dari proses pencarian sebelumnya mendorong tim SAR gabungan memperluas area pencarian. Kini, penyisiran tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi awal kejadian, tetapi juga merambah ke aliran sungai besar yang melintasi Desa Kalipucung dan Bendosari, bahkan hingga ke Sungai Brantas.
“Pencarian hari ini lebih luas dan terstruktur. Kami bagi tim menjadi empat regu agar bisa menyisir semua kemungkinan arah arus air,” kata Andris Dwi Prasetya, Koordinator Tim SAR Gabungan.
Empat regu tersebut meliputi tim perahu karet yang menyisir Sungai Brantas dan tepiannya, tim pantau darat, serta dua tim yang fokus menyusuri aliran sungai dari titik awal hanyutnya korban. Perluasan wilayah pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus cukup jauh dari lokasi awal.
Namun, pencarian sempat mengalami kendala. Tumpukan sampah dan batang pohon bambu yang terbawa arus menghambat laju perahu serta memperlambat proses penyisiran. Meski demikian, tim SAR tetap melanjutkan pencarian dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini ditulis, pencarian masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda ditemukannya korban. Keluarga korban bersama warga sekitar terus berharap keajaiban dan mengiringi proses pencarian dengan doa.
(Editor : Nando & Trias M.A)



