Tulungagung, jurnalmataraman.com – Harapan keluarga untuk menemukan Najwa Herra Ramadhani dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Bocah berusia tujuh tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret banjir bandang di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/5) sore.
Jenazah Najwa ditemukan tim SAR gabungan mengapung di perairan Waduk Wonorejo, tepatnya di dekat muara Sungai Bodeng — berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan jenazah ibunya, Eti Puspitasari, yang lebih dahulu ditemukan pada Kamis pagi.
Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan, membenarkan penemuan tersebut. “Jenazah korban kedua, ananda Najwa Herra Ramadhani, berhasil ditemukan pada Kamis sore di Waduk Wonorejo. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik sebelumnya ditemukan jenazah sang ibu,” ujar AKP Guruh.
Penemuan dua korban ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari. Sejak kejadian banjir bandang yang melanda Desa Samar awal pekan ini, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah dikerahkan menyisir aliran sungai dan kawasan sekitar waduk.
Setelah berhasil dievakuasi melalui dermaga Waduk Wonorejo, jenazah Najwa langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk proses visum dan pemulasaraan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Desa Samar. Banjir bandang yang tiba-tiba datang akibat hujan deras mengakibatkan ibu dan anak ini terseret derasnya arus sungai, dan baru ditemukan setelah pencarian intensif selama beberapa hari.
(Dimas & Trias M.A)



