TRENGGALEK,jurnalmataraman.com— Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk membangun hunian relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau lokasi pengungsian pada Rabu (21/5) malam.
Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah memastikan bahwa penanganan dampak bencana terus dilakukan secara intensif, termasuk upaya pencarian enam warga yang masih dinyatakan hilang. “Kami pastikan proses evakuasi dan penanganan korban terus berjalan. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan,” ujar Khofifah.
Proses pencarian korban dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, serta elemen masyarakat setempat. Longsor yang terjadi pada Senin (19/5) sore tersebut menyebabkan tiga rumah warga tertimbun material longsor, dan hingga kini enam orang penghuni rumah tersebut masih belum ditemukan.
Terkait solusi jangka panjang, Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim siap membangun hunian tetap (huntap) bagi para korban. “Kami butuh lahan yang aman untuk membangun hunian relokasi. Untuk itu, kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar segera menyiapkan lokasi relokasi yang sesuai dengan kajian geologi,” tegasnya.
Khofifah juga menambahkan bahwa hunian relokasi ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang terdampak bencana. “Ini bagian dari ikhtiar kita untuk memberikan tempat tinggal yang lebih aman, menghindari risiko bencana serupa di masa depan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban dan pendataan dampak kerusakan masih terus dilakukan. Pemerintah juga membuka posko bantuan bagi warga terdampak di sekitar lokasi bencana.
(Editor : Nando & Trias M.A)



