Tulungagung, jurnalmataraman.com – Seorang teknisi jaringan WiFi di Kabupaten Tulungagung tewas setelah terjatuh saat hendak memasang kabel jaringan, Sabtu (10/5) sore. Korban, Tricahyono (55), warga Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, meninggal di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah di bagian kepala akibat terbentur beton penutup saluran air.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Desa Pucangan, Kecamatan Kauman. Berdasarkan keterangan saksi mata, Ginam, korban saat itu sedang melakukan pemasangan jaringan WiFi dengan memanjat tangga yang disandarkan ke tiang kabel.
“Tangga dipegangi dua siswa SMK yang sedang PKL. Baru naik beberapa anak tangga, korban tiba-tiba terjatuh,” ujar Ginam.
Korban diketahui baru menginjak anak tangga ketiga saat kehilangan keseimbangan dan jatuh ke belakang, menghantam beton saluran air dengan bagian belakang kepalanya.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dengan mengangkat tubuh korban dari saluran air. Namun nahas, Tricahyono sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia beberapa saat kemudian.
Pihak kepolisian dari Polsek Kauman yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan awal oleh tim medis dari Puskesmas Kauman mengonfirmasi korban mengalami luka serius di bagian belakang kepala.
Kapolsek Kauman menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan unsur pidana dalam insiden tersebut. Jenazah korban pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Kami imbau para teknisi maupun pihak perusahaan untuk lebih memperhatikan standar keselamatan kerja,” ujar seorang petugas kepolisian di lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya prosedur keamanan kerja, khususnya dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti pemasangan jaringan di ketinggian.
(editor : Trias M.A)



