Tulungagung, jurnalmataraman.com– Sekitar 1.300 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara, memadati kawasan Waduk Wonorejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Minggu (27/4). Mereka ambil bagian dalam ajang Wonorejo Run Challenge (WRC), sebuah event sport and tourism yang pertama kali digelar di kawasan tersebut.
Event ini menjadi langkah awal dalam mempromosikan potensi wisata olahraga di Waduk Wonorejo yang dikenal memiliki panorama alam memukau. Lomba lari ini terbuka untuk umum, mempertandingkan dua kategori: 5 kilometer dengan batas waktu 90 menit dan 10 kilometer dengan batas waktu 2 jam.
Start dimulai dari area As Dam Waduk Wonorejo yang menyuguhkan pemandangan indah dari tepian waduk. Para pelari disambut dengan lintasan yang menantang, terdiri dari tanjakan, turunan, serta tikungan tajam yang menyusuri pedesaan dan perbukitan di sekitar kawasan.
“Konsep rutenya kami desain agar para pelari bisa merasakan sensasi berbeda. Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga pengalaman menyatu dengan alam,” ujar Fajar Sulistiawan, Chairman WRC.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I (PJT I), Fahmi Hidayat, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk sinergi antara pengelolaan sumber daya air dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ia menyebut respons peserta sangat positif dan akan menjadi modal penting untuk event selanjutnya.
“Kami sudah merancang agenda lanjutan untuk tahun 2026 mendatang, yaitu Wonorejo Trail Run. Rutenya lebih menantang karena akan menyusuri hutan-hutan di sekitar waduk,” ungkap Fahmi.
Dengan kesuksesan penyelenggaraan Wonorejo Run Challenge perdana ini, kawasan Waduk Wonorejo makin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata alam sekaligus arena olahraga yang menjanjikan di Tulungagung.
(editor : Trias M.A)



