Blitar, jurnalmataraman.com – Ribuan warga tumpah ruah dan saling berdesakan di kawasan Alun-Alun Kanigoro, halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, pada Senin (1/6) siang. Kehadiran massa dalam jumlah besar ini tak lain untuk berebut satu juta butir telur ayam yang dibagikan secara gratis oleh paguyuban peternak se-Blitar Raya.
Aksi bagi-bagi telur yang diangkut menggunakan tak kurang dari 200 unit mobil pikap tersebut bukanlah tanpa alasan. Kegiatan ini merupakan bentuk aksi damai sekaligus protes keras dari para peternak ayam petelur atas anjloknya harga jual telur di pasaran yang kian mencekik nasib mereka.
Koordinator Aksi, Suyanto, mengungkapkan bahwa para peternak saat ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan terus merugi. Kerugian massal ini dipicu oleh ketimpangan antara harga jual telur yang merosot tajam dengan biaya operasional—khususnya harga pakan ayam yang justru terus merangkak naik.
“Kami mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah taktis demi menyelamatkan dan menjaga stabilitas kelangsungan hidup peternak di Blitar. Kami juga menuntut dengan tegas agar pemerintah kembali menurunkan harga jagung SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan),” tegas Suyanto di sela-sela aksi unjuk rasa.
Selain menyuarakan aspirasinya secara langsung dan membagikan telur kepada masyarakat luas, massa aksi juga tampak membentangkan sejumlah spanduk berisi rentetan tuntutan di berbagai titik area unjuk rasa. Para peternak menegaskan bahwa sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar nasional, nasib peternak di Blitar sudah sepatutnya mendapatkan perhatian ekstra dan prioritas kebijakan dari pemerintah.
( Editor : Afif / Aqillah)



