Kediri, jurnalmataraman.com – Potensi Kota Kediri sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga skala regional hingga internasional terus dioptimalkan untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah. Melalui konsep sport tourism, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri mengajak puluhan wasit, ofisial pertandingan, hingga jajaran Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) untuk mengunjungi sentra kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul.
Rombongan tersebut merupakan bagian dari elemen penting yang tengah mengawal jalannya kejuaraan International Nusantara PBTI Series Jatim yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri. Di sela-sela padatnya jadwal turnamen, mereka diajak untuk mengenal lebih dekat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pesona wastra andalan Kota Tahu.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari pengejawantahan program Kediri City Tourism (D’Cito) yang digagas oleh Wali Kota Kediri. Mengingat Kota Kediri kerap menjadi venue ajang olahraga yang mendatangkan ribuan orang, kolaborasi antara Pemkot dan KONI ini dinilai sangat efektif untuk ajang promosi budaya.
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menjelaskan bahwa kunjungan elemen olahraga ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu dari luar daerah.
“Lebih dari sekadar promosi, tujuan utama dari program sport tourism ini adalah untuk memberikan dukungan nyata agar UMKM lokal kita bisa lebih dikenal luas di seluruh Indonesia. Pada akhirnya, ini akan berdampak langsung pada perputaran dan kebangkitan ekonomi di Kota Kediri,” papar Eko.
( Editor : Saldi / Firman )



