Kediri, jurnalmataraman.com – Cuaca terik di siang hari paling pas diredakan dengan sajian minuman es yang menyegarkan. Di Kota Kediri, terdapat sebuah destinasi kuliner legendaris yang pantang dilewatkan oleh para pencinta kuliner manis dan dingin, yakni Es Campur 22 Pak Cipto.
Berlokasi di kawasan Pasar Selowarih, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, kedai es campur ini sekilas tampak sederhana seperti kedai pada umumnya. Namun siapa sangka, tempat ini telah memanjakan lidah para pelanggannya selama puluhan tahun. Berdiri sejak 1980 silam, kedai ini mampu bertahan lintas generasi dan terus eksis hingga saat ini.
Sesuai dengan namanya, kedai ini didirikan oleh Sucipto, warga Jalan Setono, Kelurahan Ngadirejo. Ia menceritakan bahwa ide awal merintis usaha ini muncul lantaran pada masa itu belum ada satupun pedagang yang menjual es campur di kawasan tersebut.
Tekadnya untuk membuka usaha dibarengi dengan kegigihan belajar secara otodidak. Sebelum mulai berjualan, Sucipto sempat berkeliling untuk mencicipi berbagai ragam es campur di berbagai daerah. Berbekal pengalaman tersebut, ia meracik resepnya sendiri hingga menemukan formula cita rasa es campur yang pas dan dipertahankan selama lebih dari empat dekade.
Satu porsi Es Campur 22 menyajikan kombinasi isian klasik yang menggugah selera. Di dalam mangkuknya terdapat paduan ketan hitam, kelapa (degan) muda, kacang hijau, dan potongan buah semangka yang segar. Isian tersebut kemudian disiram dengan kuah santan yang menciptakan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.
Lilik Wahyuni, salah satu pembeli, membagikan pengalamannya menikmati sajian legendaris ini. Menurutnya, daya tarik utama Es Campur 22 terletak pada kesegarannya yang unik. “Perpaduan ketan hitam dengan buah semangka itu memberikan sensasi segar tersendiri saat dinikmati,” ungkapnya.
Cita rasa otentik yang konsisten membuat kedai Pak Cipto tak pernah sepi pembeli. Sang pemilik menuturkan, pelanggannya terus berdatangan setiap hari. Puncaknya terjadi pada akhir pekan, di mana banyak pengunjung yang sengaja datang dari luar daerah Kediri. Saking larisnya, dalam sehari Sucipto mengaku bisa menghabiskan bahan baku ketan hitam dan kacang hijau masing-masing hingga 6 kilogram.
Untuk bisa menikmati semangkuk kesegaran masa lalu ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu porsi Es Campur legendaris Pak Cipto dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat, yakni hanya Rp 4.000. Bagi Anda yang ingin berkunjung, kedai ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
( Editor : Afif / Aqillah)



