Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Cukai Naik, Permintaan Tembakau Oleh Pabrik Semakin Menurun, Apti Minta Kebijakan Pemerintah, Berpihak Pada Petani Tembakau

by Editor
28 Juni 2024 | 16:30
Reading Time: 2 mins read
0
Cukai Naik, Permintaan Tembakau Oleh Pabrik Semakin Menurun, Apti Minta Kebijakan Pemerintah, Berpihak Pada Petani Tembakau

Cukai Naik, Permintaan Tembakau Oleh Pabrik Semakin Menurun, Apti Minta Kebijakan Pemerintah, Berpihak Pada Petani Tembakau (foto: Agus Bondan)

Tulungagung, Jurnalmataraman.com- Asosiasi petani tembakau Indonesia,apti, Jawa Timur, menilai kebijakan pemerintah yang terus menaikkan cukai, mengancam  keberlangsungan petani tembakau. Akibat kenaikan cukai yang terus terjadi, permintaan tembakau oleh pabrik rokok juga terus menurun. Apti meminta agar pemerintah, lebih berpihak pada petani tembakau dalam kebijakannya.

 Tahun 2023 kemarin seharunya menjadi tahun yang membahagiakan bagi petani tembakau di Tulungagung. Pada musim tembakau tahun tersebut, harga tembakau cukup tinggi sehingga menguntungkan para petani. Harga tembakau di tahun 2023 merupakan harga tertinggi dalam setidaknya 5 tahun terakhir, bahkan tembakau dengan kualitas paling rendah laku terjual 90 ribu rupiah perkilogram.

 Namun sayang petani tak banyak yang bisa menikmatinya, karena permintaan tembakau dari pabrik yang terus menurun, dan di picu karena banyak petani yang gagal panen, akibat lanina, di dua musim tanam sebelumnya.

Wakil ketua Apti Jawa Timur, Muhardiono,  mengatakan, selain dipengaruhi oleh musim, harga tembakau sangat dipengaruhi besar kecilnya penyerapan pabrik rokok, oleh karena itu Apti berharap, kebijakan pemerintah berpihak pada petani tembakau. Kebijakan pemerintah yang terus  menaikkan cukai rokok, sangat mengancam keberlangsungan petani tembakau. Jika harga rokok semakin mahal, maka permintaan rokok semakin turun, sehingga penyerapan tembakau dari petani oleh pabrik rokok juga turun, karena produksi rokok yang ikut menurun. 

“Sembako ini memang persuatif sih tapi bisa dipastikan kaau tahun ini segini, tahun ini nggak dan tergantung pasang dan tergantung iklim juga.” ucap: Muhardiono.

Jenis tembakau yang ditanam para petani di Tulungagung, adalah varietas gagang rejeb sidi. Jenis tembakau di Tulungagung ini, tidak memiliki citarasa yang khas, dan menghasilkan rasa yang berbeda-beda. Produk tembakau asal Tulungagung berkualitas menengah, dan diminati oleh pabrik rokok kelas menengah.(bon/kan)

Bagikan di Media Sosial
ShareTweetShare
Next Post
Tim Sepak Bola Putri Kota Kediri siap tampil di Piala Pertiwi 2024

Tim Sepak Bola Putri Kota Kediri siap tampil di Piala Pertiwi 2024

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .