Jurnalmataraman.com
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA
No Result
View All Result
Jurnalmataraman.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bocah di Kediri Rawat Kedua Orang Tuanya Yang Sakit, di Rumah Tak Layak Huni

by Editor
14 Mei 2024 | 09:58
Reading Time: 2 mins read
0
Bocah di Kediri Rawat Kedua Orang Tuanya Yang Sakit, di Rumah Tak Layak Huni

Aditya/ bocah yang merawat kedua orangtuanya ( foto : Zainurofi)

Kediri, jurnalmataraman.com – Beginilah aktivitas Aditya Daifa Ardani, bocah 13 saat merawat orangtuanya yang sakit di Desa Tiru Lor Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Setiap pagi Adit harus mendorong kursi roda ayahnya Rianto (49) ke teras rumah, untuk berjemur dibawah sinar matahari pagi.

Usai mendorong kursi roda ayahnya, Aditya membersihkan perabotan di dalam rumah, yang sangat sederhana. Sementara ibunya Samini (38) juga mengalami sakit stroke dan kepala vertigo.

Ironisnya rumah yang digunakan untuk merawat kedua orangtuanya, kondisi sangat memprihatinkan. sebagian ruang utama tidak ada atapnya, dan ruang belakang kosong dan ditumbuhi semak belukar, karena hampir 20 tahun tidak ditempati.

Aditya mengaku, ia dan kedua orangtuanya tinggal di rumah tua ini sudah 2 bulan. Karena awalnya ia dan keluarganya kontrak rumah di Blitar, karena ayahnya kerja di Blitar. Dan kedua orangtuanya sakit stroke sejak 2 tahun yang lalu.

“Pindah ke Kediri sekitar dua bulan awalnya dari Blitar pindah ke Kediri kondisi kedua orang tua sakit stroke” ujar Aditya

Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan, minum dan listrik untuk sementara diberi oleh kakak dari Samini, yang berada di sebelah rumahnya. Dan rumah yang ditempati oleh Aditya dan kedua orangtuanya, merupakan warisan dari keluarganya, yang sudah hampir 20 tahun tidak ditempati.

“Listrik dari saya,rumah ini warisan milik dia lama tidak di tempati” ujar Sukamto

Aditya berharap, agar ia bisa mendapatkan beasiswa dan meneruskan sekolah di Kediri, untuk mengejar cita-citanya sebagai ASN. 

Sebelumnya viral di media sosial Kediri, seorang bocah harus putus sekolah, karena sendirian merawat kedua orangtuanya yang sakit stroke. Semoga lekas ada bantuan dari pemerintah dan donatur lainnya untuk dapat melanjutkan sekolah dan berkehidupan yang lebih layak . (rof/dan).

Bagikan di Media Sosial
ShareTweetShare
Next Post
Polres Trenggalek Limpahkan Berkas Pencabulan Santri

Polres Trenggalek Limpahkan Berkas Pencabulan Santri

Jurnalmataraman.com

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .

Navigate Site

  • KONTAK
  • REDAKSI
  • INDEKS
  • TENTANG KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • GAPURA
  • KEDIRI
  • BLITAR
  • TULUNGAGUNG
  • NGANJUK
  • TRENGGALEK
  • JAWA TIMUR
  • SUARA PEMBACA

© 2025 Jurnal Mataraman - Dekat dan Membangun .