Blitar,jurnalmataraman.com – Kesibukan mengurus rumah tangga dan membesarkan tiga orang anak tak menyurutkan semangat Erna Handayati untuk tetap produktif. Warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar ini justru sukses meraup pundi-pundi rupiah hingga belasan juta per bulan berkat ketekunannya menggeluti usaha kerajinan tas anyaman.
Lebih dari sekadar mendatangkan keuntungan pribadi, usaha rumahan yang dirintis Erna kini telah berkembang pesat dan sukses memberdayakan para ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.
Kunci kesuksesan Erna terletak pada kejeliannya melihat peluang dan berinovasi. Tas anyaman plastik yang pada zaman dahulu identik dengan tas belanja emak-emak ke pasar, kini ia sulap menjadi barang bernilai jual tinggi. Erna memodifikasi tas tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil, praktis, dengan paduan warna yang estetis.
Inovasi tersebut terbukti ampuh. Tas anyaman kreasinya kini semakin dilirik oleh pasar, tidak lagi digunakan sekadar untuk belanja, melainkan banyak diburu sebagai suvenir cantik, hantaran, hingga bingkisan hajatan.
Meski disibukkan dengan perannya sebagai ibu tiga anak, Erna mengaku tetap bisa mengelola seluruh proses produksinya dari rumah. Dengan tangan terampilnya, dalam sehari ia secara mandiri mampu menghasilkan hingga 50 buah tas anyaman. Seiring berjalannya waktu, pesanan yang datang semakin membeludak dan tak mampu lagi ia tangani seorang diri. Untuk menyiasati hal tersebut sekaligus membuka lapangan kerja, Erna kemudian merangkul para tetangganya untuk ikut memproduksi tas anyaman.
Sistem kerja yang diterapkan pun sangat fleksibel bagi para ibu rumah tangga. Para pekerja lepas tersebut biasanya mengambil bahan mentah anyaman dari rumah Erna untuk dikerjakan di rumah masing-masing, kemudian hasil anyamannya disetorkan kembali setiap tiga hari sekali.
Saat ini, Erna telah dibantu oleh 10 orang karyawan yang semuanya merupakan ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya. Dengan sistem pemberdayaan ini, kapasitas produksi tas anyamannya melonjak drastis hingga menembus angka 2.000 buah tas per bulan. Dari ketekunannya berbisnis dan memberdayakan sesama, Erna kini mampu mengantongi omzet rata-rata antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta setiap bulannya.
( Editor : Saldi / Firman )



